Page

Tampilkan postingan dengan label Kisah2 Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah2 Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Juni 2012

BOCAH LUGU YANG MENGAGUMKAN...


Alhamdulillah, hanya ucapan itulah yang pantas terucap di setiap suasana dan kondisi. Tidak seperti biasanya, hari ini cuaca agak menghangatkan tubuh yang biasanya selalu menggigil karena memang suhu di Kota Al-Baahah ini pada siang harinya selalu berkisar antara 20-25 Derajat Celcius, tapi hari ini Thermometer di Masjid menunjukkan angka 29 Derajat Celcius, yang menambah keasyikan berlama-lama di sana.

Barusan sempat terBENGONG-BENGONG sesaat setelah seorang Bocah pergi meninggalkan Masjid dengan mengucapkan : “Allah Yajzakm kheyr Yaa Syekh” atau dalam Bahasa Arab Resminya yang biasa kita dengar “Jazaakumullahu Khairan Yaa Syaikh” (Semoga Allah Membalasmu dengan Kebaikan/Surga).

Bagaimana tidak BENGONG, ketika asyiiiiik membaca Al-Qur’an tiba-tiba bocah Saudi datang dengan keLUGUannya hanya minta dites HAFALAN AL-QUR’ANnya dari JUZ 28-30 atau tiga Juz terakhir dari Al-Qur’an, dengan nafas yang agak tersendat-sendat dia melantunkan Ayat-Ayat Ilahi yang disuruh untuk membacanya.

Setelah hampir setengah jam duduk bersamanya, ternyata HANYA 2 (dua) kali terdapat kesalahan dalam bacaanya,,,,

Anak sekecil itu di Usianya yang ke-4 (empat) tahun dapat menghafal SEPERSEPULUH dari Al-Qur’an dengan KUALITAS hafalan 98%, sedangkan yang mendengarkan hafalannya hanya hafal 1 (satu) Juz saja dari Al-Qur’an (JUZ AMMA) di saat usianya 18 (delapan belas) tahun. Sungguh sangat ketinggalan. MAASYA ALLAH… TABAARAKALLAH… Semoga Bocah ini tetap diberikan keistiqomahan dalam menjaga Kitab-Nya.. Amiieeen…

Dia adalah Mush’ab bin Ahmad Al-Zahraani bocah yang rumahnya hanya beberapa meter saja dari Masjid yang insya Allah di Tahun Ajaran baru ini akan duduk di Raudhatul Athfaal (Taman Kanak-kanak). Di sela-sela kesibukan harian Ibu & Bapak nya yang seorang Electrical Engineer, mereka mau meluangkan waktu untuk duduk besama bocah ini hanya satu jam setelah Shalat Subuh dan Maghrib. Patut diketahui kedua orang tua Mush'ab ini bukan lah orang punya basic keagamaan yang mumpuni dan dibesarkan di lingkungan keluarga yang agamis, ayahnya pun cerita kalau dia dan istri sama-sama banyak berinteraksi dengan Al-Qur'an setelah mereka menikah, keduanya pun bukanlah Hafizh (penghafal) Al-Qur'an.

Itulah anugerah yang Allah berikan kepada hamba-hambaNya yang Ia kehendaki,,,,

HAYYO ORANG TUA MANA LAGI YANG MAU ANAKNYA SEPERTI MUSH’AB TADI….????

Ndak susah koq cuman dibutuhkan KESABARAN, KEISTIQOMAHAN, DO’A dan pandai-pandai aja mengatur waktu beraktivitas sang anak…

KALAU TIDAK DIMULAI SAAT INI….. KAPAN LAGI…?????

Yaa Allah, jadikanlah kami tergolong Ahlil Qur'an Yang Mempunyai Kekhususan di Hadapan-Mu...

*Al-Baahah KSA, Kamis 11 Ramadhan 1432 H

oleh Abu Nawwaf Afifiy
https://www.facebook.com/notes/abu-nawwaf-afifiy/bocah-lugu-yang-mengagumkan/150170101731747

Minggu, 27 Mei 2012

Mereka Berdua Harus Diselamatkan Sebelum Terlambat


“Mereka berdua harus diselamatkan sebelum terlambat,” kata Syekh membatin. Ia bertekad untuk mendatangi dua pemuda itu dan menasihatinya. Setan menghadangnya dan berkata, “Apa urusanmu dengan mereka berdua? Biarkan mereka menempuh jalannya sendiri-sendiri. Mereka tidak akan menghiraukanmu.”“Semua penumpang nomer penerbangan … dengan tujuan … diharap segera menuju tempat pemberangkatan, bersiap tinggal landas.” Suara itu menggema di setiap sudut bandara. Salah seorang dai kebetulan juga duduk di sanag, mengemasi kopernya dan bertekad pergi ke bumi Allah yang luas untuk berdakwah. Mendengar panggilan itu, tiba-tiba hatinya merasa marah. Ia tahu betul mengapa banyak orang pergi ke daerah itu, terutama kaum muda. Tiba-tiba, Syekh ini melihat dua pemuda yang usianya kira-kira sama atau lebih sedikit. Penampilan keduanya menunjukkan mereka hendak pergi ke daerah itu untuk tujuan bersenang-senang yang diharamkan.
Tapi, tekad Syekh sudah bulat. Ia kenal betul dengan tipu daya setan. Karena itu, ia ludahi wajah setan itu, kemudian berlalu. Di depan pintu keluar, Syekh tersebut menghentikan dua pemuda itu. Setelah mengucapkan salam, ia menasihati mereka. Sebuah nasihat yang berkesan dan bermakna. Ia katakan kepada mereka berdua, ‘Bagaimana jika pesawat mengalami kecelakaan dan kalian dijemput ajal dalam keadaan mengantongi niat seperti ini? Dengan muka macam apa kalian akan menghadap Tuhan di Hari Kiamat?’
Air mata dua pemuda itu bercucuran. Kedua hatinya tersentuh oleh nasihat Syekh tadi. Mereka kemudian bangkit dan menyobek tiket pesawat seraya berkata, ‘Wahai Syekh, kami telah membohongi keluarga. Kami bilang pada mereka akan pergi ke Makkah. Bagaimana ini? Apa yang harus kukatakan pada mereka?’ Kebetulan saat itu Syekh bersama salah seorang muridnya. Ia katakan padanya, ‘Pergilah kalian bersama saudaramu ini, ia akan memperbaiki keadaan kalian.’ Kedua pemuda itu pergi bersama sahabatnya. Mereka berniat tinggal bersamanya selama satu minggu, kemudian baru kembali ke keluarganya masing-masing.
Malam itu, di rumah pemuda murid Syekh, seorang dai menyampaikan wejangan yang semakin mengobarkan semangat keduanya. Setelah itu, kedua pemuda tersebut bertekad akan berangkat ke Makkah untuk menunaikan umrah. Begitulah, manusia menghendaki sesuatu, tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala menghendaki yang lain. Di pagi hari, Setelah semua menunaikan shalat Subuh, mereka bertiga berangkat ke Makkah. Setelah berihram dari miqat, di tengah jalan, itulah akhir dari segalanya. Di tengah jalan, itulah penutup segala sesuatu. Dan, di tengah jalan, itulah perpindahan ke negeri akhirat.
Kecelakaan tragis menimpa mereka. Ketiganya meregang nyawa sebagai korbannya. Darah suci mereka bercampur kepingan kaca yang berserakan. Sambil menarik papas terakhir, mereka meneriakkan, Labbaik Allahumma labbaik… Labbaik Allahumma labbaik… Labbaik la syarika laka labbaik. Tahukah engkau, berapa rentang waktu antara kematian mereka dengan disobeknya tiket pesawat menuju daerah yang tidak jelas itu? Hanya beberapa hari, bahkan hanya dalam hitungan jam. Tetapi, Allah berkehendak memberikan hidayah dan keselamatan pada mereka. Sesungguhnya hanya Allah-lah yang mengetahui hikmah segala sesuatu. Mahasuci Allah! [al-Aiduna Ilallah hal.139]
Sumber: Buku ”Kisah Orang-Orang Shaleh Dalam Mendidik Anak, Pustaka al Kautsar

Kisah Teladan Yang Menakjubkan Tentang Semangat Menuntut Ilmu

Oleh : Ustadz Kharisman


Berikut ini adalah sepenggal kisah-kisah menakjubkan tentang kesungguhan para Ulama dalam menuntut ilmu. Semoga bisa menjadi pelajaran dan teladan bagi kita untuk bersemangat menjalankan aktifitas ilmiyyah : menempuh perjalanan menghadiri majelis ilmu, mencatat, murojaah (mengingat kembali pelajaran yang sudah didapat), membaca buku-buku para Ulama’, merangkum, meringkas, menyadur dan menyalin tulisan para ulama, mencatat faidah-faidah ilmu yang kita lihat dan dengar, mendengarkan rekaman ceramah-ceramah ilmiyyah melalui file-file audio, dan semisalnya.
Sesungguhnya menuntut ilmu adalah ibadah, bahkan menurut al-Imam asy-Syafi’i:
Menuntut ilmu lebih utama dibandingkan sholat Sunnah (Musnad asySyafi’i (1/249), Tafsir alBaghowy (4/113), Faidhul Qodiir (4/355))
Kisah-kisah nyata berikut ini sebagian besar disarikan dari kitab alMusyawwaq ilal Qiro-ah wa tholabil ‘ilm karya Ali bin Muhammad al-‘Imran.