Page

Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Mei 2013

CARA AGAR MUDAH DAN CEPAT MEMAHAMI PELAJARAN


“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau menggunakan pendengarannya, sedang ia menyaksikan” (Qaf : 37) Ayat ini mengandung faedah bahwa untuk mudah memahami sesuatu, hendaknya ia memiliki tiga hal:

1. Mempunyai hati: yakni hati yang hidup karena ia merupakan tempat menampung ilmu. bersih dari iri, dengki, buruk sangka, sombong terutama kepada sang penyampai ilmu
2. Menggunakan pendengaran: yakni mengarahkan pendengaran dan menyimak dengan seksama, ilmu yang sedang disampaikan yang ini merupakan syarat untuk bisa peka terhadap pembicaraan. Demikian pula ia melihat dan memperhatikan dengan seksama bagaimana pengajar tersebut menyampaikan supaya mudah memahami pelajaran
3. Menyaksikan: yakni hati dan pikirannya (hadir) menyaksikan dan terus berusaha memahami setiap apa yg disampaikan, tidak lalai, jangan sampai jasadnya ada didepan pengajar tapi hati dan pikirannya terbang kemana-mana.

Diambil dr penjelasan Al Imam Ibnul Qoyyim dlm kitab Al Fawaid no. 1 "kaedah mulia tentang cara mengambil kemamfaatan dari alquranulkarim" 
Nb: terkait melihat pengajar tentu kita hanya diperbolehkan kepada sesama mahrom.

Sumber: http://ittaqi-tafuzi.blogspot.com/2012/11/agar-mudah-memahami-pelajaran.html 

Senin, 09 April 2012

Bahaya Sikap Menunda-nunda

“Iya nanti sajalah”, demikian yang dikatakan dlm rangka menunda-nunda pekerjaaan atau amalan padahal masih bisa dilakukan saat itu. Kebiasaan kita adalah demikian, karena rasa malas, menunda-nunda utk belajar, menunda-nunda utk muroja’ah (mengulang) hafalan qur’an, atau melakukan hal yang manfaat lainnya, padahal itu semua masih amat mungkin dilakukan.

Perlu diketahui saudaraku, perkataan “sawfa … sawfa”, “nanti sajalah” dlm rangka menunda-nunda kebaikan, ini adalah bagian dari “tentara-tentara iblis”. Demikian kata sebagian ulama salaf.
Menunda-nunda kebaikan & sekedar berangan-angan tanpa realisasi, kata Ibnul Qayyim bahwa itu adalah dasar dari kekayaan orang-orang yang bangkrut.
إن المنى رأس أموال المفاليس
“Sekedar berangan-angan (tanpa realisasi) itu adalah dasar dari harta orang-orang yang bangkrut.”[1]
Dalam sya’ir Arab juga disebutkan,
وَ لاَ تَرْجِ عَمَلَ اليَوْمِ إِلَى الغَدِ لَعَلَّ غَدًا يَأْتِي وَ أَنْتَ فَقِيْدُ
Janganlah engkau menunda-nunda amalan hari ini hingga besok
Seandainya besok itu tiba, mungkin saja engkau akan kehilangan
Dari Abu Ishaq, ada yang berkata kepada seseorang dari ‘Abdul Qois, “Nasehatilah kami.” Ia berkata, “Hati-hatilah dgn sikap menunda-nunda (nanti & nanti).” [2]

Al Hasan Al Bashri berkata, “Hati-hati dgn sikap menunda-nunda. Engkau sekarang berada di hari ini & bukan berada di hari besok. Jika besok tiba, engkau berada di hari tersebut & sekarang engkau masih berada di hari ini. Jika besok tak menghampirimu, maka janganlah engkau sesali atas apa yang luput darimu di hari ini.”[3]

Itulah yang dilakukan oleh kita selaku penuntut ilmu. Besok sajalah baru hafal matan kitab tersebut. Besok sajalah baru mengulang hafalan qur’an. Besok sajalah baru menulis bahasan fiqih tersebut. Besok sajalah baru melaksanakan shalat sunnah itu, masih ada waktu. Yang dikatakan adalah besok & besok, nanti & nanti sajalah.

Jika memang ada kesibukan lain & itu juga kebaikan, maka sungguh hari-harinya sibuk dgn kebaikan. Tidak masalah jika ia menset waktu & membuat urutan manakah yang prioritas yang ia lakukan karena ia bisa menilai manakah yang lebih urgent. Namun bagaimanakah jika masih banyak waktu, benar-benar ada waktu senggang & luang utk menghadiri majelis ilmu, muroja’ah, menulis hal manfaat, melaksanakan ibadah lantas ia menundanya. Ini jelas adalah sikap menunda-nunda waktu yang kata Ibnul Qayyim termasuk harta dari orang-orang yang bangkrut. Yang ia raih adalah kerugian & kerugian.

Lihatlah bagaimana kesibukan ulama silam akan waktu mereka. Sempat-sempatnya mereka masih sibukkan dgn dzikir & mengingat Allah.
Dari Abdullah bin Abdil Malik, beliau berkata, “Kami suatu saat berjalan bersama ayah kami di atas tandunya. Lalu dia berkata pada kami, ‘Bertasbihlah sampai di pohon itu.’ Lalu kami pun bertasbih sampai di pohon yang dia tunjuk. Kemudian nampak lagi pohon lain, lalu dia berkata pada kami, ‘Bertakbirlah sampai di pohon itu.’ Lalu kami pun bertakbir. Inilah yang biasa diajarkan oleh ayah kami.”[4]

Subhanallah … Lisan selalu terjaga dgn hal manfaat dari waktu ke waktu.

Ingatlah nasehat Imam Asy Syafi’i –di mana beliau mendapat nasehat ini dari seorang sufi-[5], “Aku pernah bersama dgn orang-orang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. (Di antaranya), dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.”[6]
Hasan Al Bashri mengatakan, “Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.”[7]
Semoga Allah memudahkan kita utk memanfaatkan waktu kita dgn hal yang bermanfaat & menjauhkan kita dari sikap menunda-nunda.
Wabillahit taufiq. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.
Riyadh-KSA, 26 Rabi’uts Tsani 1432 H (31/03/2011)

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id

[1] Madarijus Salikin, Ibnul Qayyim, 1/456, Darul Kutub Al ‘Arobi. Lihat pula Ar Ruuh, Ibnul Qayyim, 247, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah; Zaadul Ma’ad, Ibnul Qayyim, 2/325, Muassasah Ar Risalah; ‘Iddatush Shobirin, Ibnul Qayyim, 46, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah.
[2] Dinukil dari Ma’alim fii Thoriq Tholabil ‘Ilmi, Dr. ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad bin ‘Abdillah As Sadhaan, 30, Darul Qobis
[3] Idem
[4] Az Zuhud li Ahmad bin Hambal, 3/321, Asy Syamilah
[5] Ini menunjukkan bahwa tak masalah mendapat nasehat dari orang yang berpahaman menyimpang (semacam sufi) selama si penyimak tahu bahwa hal itu benar.
[6] Al Jawabul Kafi, 109, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah
[7] Hilyatul Awliya’, 2/148, Darul Kutub Al ‘Arobi

sumber: www.muslim.or.id tags: Ulama Salaf,

Bad Mood

Akhir2 ini, Edisi mood sedang galau dan ini dirasakan selama berhari2.
MasyaAllah, ndk tahu kenapa. mungkin hati ini sedang meronta2, ingin mendapatkan sinar-NYA, lama memang sy tdk berduaan dgn Allah... Menangis dalam keheningan malam, yaa, sungguh sy rindu saat2 itu, saat2 dimna hanya ada sy dan Allah, dalam malam sunyi itu, tak ada cahaya yg menerangi hanya cahaya hati yang selalu mendampingi sanubari... MasyaAllah... Maafkan Hamba Ya Allah...
# Sungguh Ketika kita hanya menyibukkan diri kita dengan kegemerlapan dunia ini, mencari sesuatu yang tak pasti didunia ini, meraih apa yang tak semestinya diperjuangkan hingga lepas kendali. maka Sungguh tunggulah saat2 dimna akhirat diujung tanduk dn menjadi peringkat ke 2 maka bersiaplah utk kehancuran jiwa yang siap mati. Astagfirulloh. T_T

Minggu, 08 April 2012

Mengusir Penyakit Malas

oleh: Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Luqman hafidzahullah

Iman seseorang pastilah mengalami pasang surut naik dan turun sesuai dengan kadar ketaatan. Semakin kuat dan semangat dalam ketaatan, maka hal itu sebagai indikasi imannya sedang naik. Sebaliknya, iman akan berkurang dengan kemaksiatan. Jiwa manusia sifatnya bagaikan anak kecil, harus terus dilatih agar terbiasa dengan ketaatan. Nah, ketika rasa malas menghampiri dalam jiwa, harus ada usaha menepisnya, agar tidak terus-menerus terkurung dalam rasa malas yang tiada henti. Bagaimanakah cara jitu untuk menepis rasa malas yang menghampiri? Ikutilah kajian berikut ini.

Cara Mengatur Waktu yang Baik dan Efektif

Hari ini, sampai malam ini sy bingung dengan Laporan sy yang menumpuk2, laporan praktikum, tugas kelompok, laporan ormawa, belum lagi yang terpenting dri semuanya belajar utk ujian mid-test, masyaAllah rasanya pengen nangis. T_T, semuany terpengkalai begitu sja, menumpuk dn terus menumpuk.
*ketika kamu bermalas-malasan berarti sama saja kamu telah menambah tugasmu menjadi semakin tumpuk menumpuk, meninggalkan semua amanah yang seharusnya telah kamu selesaikan* hargggg... Harus belajar lagi bagaimna mengatur waktu dgn baik... oke, check this out!!!