Page

Minggu, 09 Maret 2014

Introspeksi Kejujuran Niat

Benar atau tidaknya kejujuran niat, kuat lemahnya kejujuran tersebut...

Akan diketahui, ketika seseorang memiliki kesempatan dan kemampuan untuk mewujudkan niatnya, tanpa ada rintangan yang menghalanginya...

- Jika ia bersegera mewujudkan niatnya, dan melakukannya dengan penuh ketulusan dan keikhlasan...

Maka diharapkan inilah orang yang jujur dengan niatnya...

- Jika ia menunda-nunda padahal ia mampu mewujudkannya lebih awal dan/atau kurang sempurna dalam pelaksanaan perwujudan niat tersebut... maka tuduhlah diri, akan lemahnya kejujuran tersebut...

- Jika ia malah kalah dengan hawa nafsunya, padahal ia memiliki kesempatan dan kemampuan;

dan tidak ada halangan nyata yang menghalanginya untuk mewujudkannya... t

api hawa nafsunya lebih ia utamakan daripada keridhaan Rabbnya, sehingga terhalanglah ia dari mewujudkan niat tersebut;

maka hendaklah ia introspeksi diri tentang kejujuran niatnya;

dan hendaknya ia meminta pertolongan Allaah,

kemudian memotivasi dirinya agar semoga pada kali berikutnya ia tidak berlaku demikian.

[Ahad, 7 Jumadil Awwal 1435]

Sdr. Ricky Zulkifli Bokings

Sabtu, 01 Maret 2014

Bismillaah..

jika teman-teman ada yang menginginkan agar blognya mempunyai sambungan langsung dari radio-radio Sunnah di seluruh indonesia.. silahkan bisa mengikuti cara yang saya berikan :

1. buka layout anda
2. klik pilihan di sebelah kanan yang bertuliskan Add a Gadget
3. pilih HTML/Java Skrip, Klik tanda +
4. berilah judul terserah antum misal (radio Sunnah)
5. kemudian pada kolom content, isilah dengan ini
<script type="text/javascript" src="http://widget.radiorodja.com/radiosunnah.js"></script>
<div id="radiosunnah"></div>
6. selanjutnya pilih save. yang berada di bagian bawah.

dan insyaaallah konten Radio Sunnah sudah tertambahkan di blog antum

Silahkan mencoba,
semoga Bermanfaat..

SABAR





"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkan kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah niscaya kamu beruntung

(terj:ali Imran :200)

Al Ustadz Armen rahimahullah berkata :

"Banyak orang yang mendapatkan musibah, musibah yang mengangkat derajat orang mukmin,

Allah tidak menimpakah musibah yang menghancurkan dada dan memecahkan kepala, tidak ada musibah yang seperti itu, tidak seperti gunung yang meledak, Allah tidak akan membebani sesuatu yang kita tidak mampu."

Hati mana yang tidak bersedih ...
ketika musibah datang silih berganti..
hati mana yang tidak bersedih..
ketika yang tercinta telah pergi..
maka engkaupun bersedih...
lalu menangis...

Cukup satu do'a dari juta'an do'a yang pernah terucap..

Do'a yang dapat membalut luka kesedihan dan kepenatan dunia..
do'a yang diajarkan kekasih kita..:

"Yaa Allah... Sesungguhnya aku adalah hambamu...
Anak hamba laki-lakiMu...
Anak hamba perempuanMu...
Ubun-ubunku ada di tanganMu...
telah berlalu padaku hukumMu..
Keadilan ketentuan untukku...
Aku meminta kepadaMu dengan segala Nama yang Engkau miliki...
atau (nama) yang engkau turunkan dalam kitabMu..
yang engkau simpan dalam ilmu ghaib yang ada di sisiMu..

Maka...

Jadikanlah al Qur'an sebagai penyejuk hatiku..
Jadikanlah al Qur'an sebagai penyejuk hatiku..
cahaya didadaku..
serta penghilang rasa gundah dalam diriku..."Aamiin

Source: jeda rodja

"Besarnya musibah bersamaan dengan besarnya pahala"

Kebaikan itu terdapat 2 bagian :

kebaikan yang kita inginkan dan kebaikan yang telah ditetapkan oleh Allah 'azza wa jalla,

Apapun itu... semua telah tercatat dan apapun itu semua adalah suatu kebaikan yang telah tergores di lauhul mahfudz..

via sdr. Sufyan Bin Ranan

Kamis, 27 Februari 2014

Renungan:

Dalam Alqur'an ada firman-Nya:

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

"Seandainya aku dahulu beramal UNTUK HIDUPKU". [Al-Fajr: 24]

Perhatikanlah, "untuk hidupku" bukan "dalam hidupku".. Itu menunjukkan bahwa hidup kita BELUM dimulai.. Krn kehidupan yg hakiki adalah kehidupan akhirat.

Sebagaimana firman-Nya:

وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ

"Sungguh Negeri Akhirat itulah kehidupan yg hakiki" [Al-Ankabut: 64]

Oleh: Ustadz Ad Dariny
Hasan al-Bashri berkata:

“Aku datang kepada seorang pedagang kain di Mekkah untuk membeli baju, lalu si pedagang mulai memuji-muji dagangannya dan bersumpah,

lalu akupun meninggalkannya dan aku katakan tidaklah layak beli dari orang semacam itu, lalu akupun beli dari pedagang lain.”

2 tahun setelah itu aku berhaji dan aku bertemu lagi dengan orang itu, tapi aku tidak lagi mendengarnya memuji-muji dagangannya dan bersumpah, Lalu aku tanya kepadanya:

“Bukankah engkau orang yang dulu pernah berjumpa denganku beberapa tahun lalu?”

Ia menjawab : “Iya benar”

Aku bertanya lagi:

“Apa yang membuatmu berubah seperti sekarang? Aku tidak lagi melihatmu memuji-muji dagangan dan bersumpah!”

Ia pun bercerita:

“Dulu aku punya istri yang jika aku datang kepadanya dengan sedikit rizki, ia meremehkannya dan jika aku datang dengan rizki yang banyak ia menganggapnya sedikit.

Lalu Allah mewafatkan istriku tersebut, dan akupun menikah lagi dengan seorang wanita. Jika aku hendak pergi ke pasar, ia memegang bajuku lalu berkata:

‘Wahai suamiku, bertaqwalah kepada Allah, jangan engkau beri makan aku kecuali dengan yang thayyib (halal).

Jika engkau datang dengan sedikit rezeki, aku akan menganggapnya banyak, dan jika kau tidak dapat apa-apa aku akan membantumu memintal (kain)’.”

Masha Allah…

Milikilah sifat Qana’ah -suka menerima keadaan yang Allah (Subhanahu wa Ta'ala) berikan │ jiwa selalu merasa cukup.

Janganlah menjadi jurang dosa bagi Suamimu. Wanita shalihah akan mendorong Suaminya kpd kebaikan, sedangkan wanita kufur akan menjadi pendorong bagi suaminya untuk berbuat dosa.

Banyak bersyukur │ atas segala apapun yang mudah atau Susah di dapatkan │ jgnkan mnganggap remeh sedikit pemberian │ Ukuran Rizki itu terletak pada keberkahannya, bukan pada jumlahnya.
Pengaruh tabiat istri sangat berpengaruh terhadap Cara suami mncari nafkah

Semoga bermanfaat~Barakallahu fikum