ku temukanmu dalam keheningan ku
ku temukanmu dalam kesendirianku
ku temukanmu saat kebingunanku akan tugas2 kuliahku
dan,,, saat itulah ku mulai mengetahuimu
Allah mempertemukan kita tanpa kita sadari
Allah menyatukan kita dalam suatu bangunan
bangunan yang sederhana namun bermakna
bangunan yang setiap orang membutuhkan referensi, org pasti kesana
Dan, bangunan itu adalah perpustakaan.
pojok inspirasi ku
tempatmu yang di ujung dan tak banyak orang yang melihatmu,
namun dari situlah ku mulai, menemukan arti sebuah ketenangan
ketenangan untuk mengerjakan laporan praktikum.
pojok insporasi ku
setiap ku termenung dan berada di tempatmu,
seketika itupula ide2 baru muncul
ide2 utk mengekspresikan keadaanku lewat tulisanku
Tempatmu yang sederhana, namun nyaman dirasa
itu membuat ku, semakin meminatimu
tempat favorit yang tak banyak org mengetahuiny
Pojok inspirasiku... tetaplah engkau menjadi tempat membuat inspirasi utk ku..
tiba2 ingin membuat seberkas puisi,,, pojok inspirasi itu adalah suatu tempat di perpustakaan yang tempatnya paling pojok dan paling belakang, namun bagi sy tempat itu sangat nyaman, terutama utk mengerjakan laporan, atau hanya utk menulis sembuah catatan.
pojok inspirasi, tempat yang sepi, tak ada hiruk-pikuk, tak ada keramean, cahaya fajarpun yang memapar diriku tak begitu terangny, tempat yang sejuk. sederhana, namun bermakna...
Senin, 30 April 2012
Tidak ada Kata Terlambat utk Belajar
Sedih yang Tercela dan Terpuji
Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
Sedih tidaklah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Bahkan kadang sedih itu terlarang dalam beberapa keadaan tatkala dikaitkan dengan hal agama. Seperti firman Allah Ta’ala,
وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman” (QS. Ali Imron: 139).
Minggu, 29 April 2012
Si Ikhwan Pemilih
Oleh : Arnida Sharah Auli.
sebenarnya masyaAllah ndk sengaja sy dapat artikel ini, tapi semoga bermanfaat.
Nasihat sy >>> tolong direnungkan bagi yang melakukan.
Suatu ketika di sebuah negeri ada seorang ikhwan yang sedang mencari tambatan hati. Berulang kali nadzar ternyata tak ada seorang akhwatpun yang memikat hatinya. Akhirnya sang wasilah pun menyerah seraya berkata, “Tunggu aja Marshanda cadaran!”. Di belahan negeri lain, ternyata ada ikhwan yang bernasib hampir serupa. Sudah belasan akhwat ditawarkan oleh wasilah. Akan tetapi, kini satu-persatu, akhwat-akhwat yang ditolaknya sudah menemukan pemimpin dalam rumah tangganya, meninggalkannya dalam kesendirian. Sedangkan di penjuru negeri terdengar keluh kesah seorang ummahat, “Mintanya yang cuantik. Ya gak sanggup lah!”
Yah, fenomena ini memang bukan sekali dua kali terjadi. Banyak ikhwan pendamba bidadari, walaupun merasa dirinya sudah ngaji, walaupun tahu bahwa agama adalah tolok ukur akhwat sejati, walaupun nyadar bahwa dirinya tidak ganteng-ganteng sekali.
Wahai ikhwan pemilih, ketahuilah! Shalihah, cantik, kaya, keturunan orang yang baik, pandai, masak, peyabar, qona'ah, subur, dan sederet sifat baik lain amat sangat sulit untuk bersatu dalam diri seorang akhwat. Banyak akhwat shalihah tetapi tak pandai masak. Banyak akhwat yang cantik tetapi tidak subur. Banyak akhwat yang kaya tetapi tidak qona'ah, banyak akhwat keturunan orang yang baik tetapi tidak penyabar. Begitulah Allah menakdirkannya dengan segala hikmah dan maslahatnya.
Mungkin bisa saja si ikhwan berkilah, “Kan untuk menundukkan pandangan”. Boleh-boleh saja mendambakan si penjaga pandangan yang cantik jelita, akan tetapi realistislah! Sebagaimana manusia pada umumnya, jumlah artis yang rupawan tentu lebih sedikit daripada wanita yang biasa saja. Begitu pula dengan akhwat. Dan kalaupun ada high quality jomblo yang memenuhi kriteria, bukankah si akhwat belum tentu mau? Pernahkah terbesit dalam pikiran bahwa high criteria yang dipatok adalah “buah” dari pandangan yang tidak terjaga?
Ah seandainya para ikhwan pemilih itu tahu bahwa banyak sekali nikmat yang Allah anugerahkan dalam pernikahan, bukan keindahan fisik semata. Seandainya mereka juga tahu bahwa kadang fisik yang cantik justru bisa menyebabkan petaka dalam rumah tangga. Seandainya mereka tahu bahwa jelitanya wanita akan lapuk dimakan usia. Allahul musta'an.
Sabtu, 28 April 2012
Wanita dn Organisasi
ada seorang akhwat bertanya> ust. bagaimna jka seorg akhwt ikt organisasi yg t'kadang mengharuskan utk berkomunikasi dengan laki2.
sang ust.= kurang lebih menjawab seperti ini: boleh saja kt ikt organisasi, tapi jka oraganisasi t'sebut akhwt ato perempuan semua yg nantiny dri organisasi t'sebut dpt membuat ato memberi kemanfaatan dn kebaikan utk wanita2 di luar sana.
Tapi jika organisasi t'sebut campur bawur seperti itu, ditakutkan akhwt tersebut tidak dapat menjaga diriny, sehingga akhwt t'sebut yang mlh t'jerumus kedalam lingkungan yg kurang kondusif yang nantinya menimbulkan fitnah utk akhwt tersebut, sesungguhnya fitnah syahwat itu sangat sangat berat, dan juga jika malah membawa kemudharatan lebih banyak utk si akhwt. sebaiknya jangan mengikutinya.
Langganan:
Postingan (Atom)