Page

Kamis, 27 Juni 2013

ku lihat awan ia semakin putih berserih
ku lihat langit iapun semakin membiru
terlihat cerah dari sudut teropong wkt

duhai kawan
kt tak kan pernah tahu
langit itu akn semakin putih
namun terkadang putih itu pergi menjadi kelabu

adapun langit tak selamanya akn membiru
ia pun akan berganti menjadi hitam gelap

duhai kawan
kt tak kan pernah tahu keadaan kt
sekarang dan yang akan datang

ada Allah yang mengatur segalanya.
sang pemilik alam semesta.

berdoa dan beriktiarlah kepada-NYA,
berdoalah agar Allah memberikan takdir yang baik untuk kt
kebaikan di Akhirat dan di Dunia.

dan sungguh berusahalah berikan yang terbaik untuk-NYA
berikan cinta yang tulus ikhlas hanya kepada-NYA 
Hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala

Selasa, 18 Juni 2013

saat sendiri ku berkata dalam diam
wahai jodohku yang Allah tuliskan dalam lauhul mahfudz...
dimanakah sekarang dirimu berada?
dibelahan bumi manakah kau tinggal?

sesungguhnya aku rindu
rindu ingin segera bertemu

kurasa mungkin nanti saatnya
kita untuk bertemu
karena antara aku dan kamu
ada Allah yang menjadi perantara kita

dalam harapku, ku ingin dirimu terjaga dalam keimananmu
dalam keislamanmu dan dalam ketaqwaanmu kepada Rabb-Mu
ku harap dirimu tetap terjaga dalam kesucianmu.

ku berharap
Allah mempertemukan kita dalam keberkahan,
dalam balutan keTaqwaan kepada-NYA. aamiin

Kamis, 30 Mei 2013

BANGUNLAH DARI MIMPIMU WAHAI SI PEMALAS !!!

Al-Imam As-Syafi'i rahimahullah berkata :
بقَدْرِ الكدِّ تُكتَسَبُ المَعَــالي ....ومَنْ طَلبَ العُلا سَهِـرَ اللّيالي
Ketinggian diraih berdasarkan ukuran kerja keras…
Barang siapa yang ingin meraih puncak maka dia akan begadang

ومَنْ رامَ العُلى مِن ْغَيرِ كَـدٍّ .....أضَاعَ العُمرَ في طَـلَبِ المُحَالِ
Barang siapa yang mengharapkan ketinggian/kemuliaan tanpa rasa letih…

Maka sesungguhnya ia hanya menghabiskan usianya untuk meraih sesuatu yang mustahil…

تَرُومُ العِــزَّ ثم تَنامُ لَيـلاً .....يَغُوصُ البَحْرَ مَن طَلَبَ اللآلي
Engkau mengharapkan kejayaan lantas di malam hari hanya tidur aja??

Orang yang yang mencari mutiara harus menyelam di lautan…

Diantara kita ada yang berangan-angan dan berkata : "Saya ingin bisa menjadi dermawan seperti si fulan...", "Saya ingin bisa menghafalkan al-Qur'an seperti si fulan...", "Saya ingin berilmu seperti syaikh/ustadz fulan...", "Saya ingin berhasil seperti si fulan..."

Akan tetapi jika hanya berkata dan berangan-angan tanpa usaha maka anak kecil berusia 3 atau 4 tahun pun bisa..., kalau hanya mimpi siapapun bisa. Tapi yang tidak semuanya bisa adalah mewujudkan angan-angan dengan usaha maksimal serta semangat tinggi !!!, tentunya setelah disertai doa kepadaNya dan taufiq dariNya...

By: Ust. Firanda 

Kamis, 16 Mei 2013

CARA AGAR MUDAH DAN CEPAT MEMAHAMI PELAJARAN


“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau menggunakan pendengarannya, sedang ia menyaksikan” (Qaf : 37) Ayat ini mengandung faedah bahwa untuk mudah memahami sesuatu, hendaknya ia memiliki tiga hal:

1. Mempunyai hati: yakni hati yang hidup karena ia merupakan tempat menampung ilmu. bersih dari iri, dengki, buruk sangka, sombong terutama kepada sang penyampai ilmu
2. Menggunakan pendengaran: yakni mengarahkan pendengaran dan menyimak dengan seksama, ilmu yang sedang disampaikan yang ini merupakan syarat untuk bisa peka terhadap pembicaraan. Demikian pula ia melihat dan memperhatikan dengan seksama bagaimana pengajar tersebut menyampaikan supaya mudah memahami pelajaran
3. Menyaksikan: yakni hati dan pikirannya (hadir) menyaksikan dan terus berusaha memahami setiap apa yg disampaikan, tidak lalai, jangan sampai jasadnya ada didepan pengajar tapi hati dan pikirannya terbang kemana-mana.

Diambil dr penjelasan Al Imam Ibnul Qoyyim dlm kitab Al Fawaid no. 1 "kaedah mulia tentang cara mengambil kemamfaatan dari alquranulkarim" 
Nb: terkait melihat pengajar tentu kita hanya diperbolehkan kepada sesama mahrom.

Sumber: http://ittaqi-tafuzi.blogspot.com/2012/11/agar-mudah-memahami-pelajaran.html 

Jumat, 10 Mei 2013

Tentang Cinta

Semua Cinta atas dasar kecintaan kepada Allah itulah cinta hakiki, semua cinta yang mengantarkan seseorang kepada taat kepada Allah itulah cinta yang sebenarnya. Karena cinta adalah kesucian, pengorbanan, keteguhan dalam memegang janji, keikhlasan dalam melaksanakan perintah Allah.Cinta adalah akad dan perjanjian…
Cinta adalah airnya kehidupan bahkan dia adalah rahasia kehidupan…

Cinta adalah kelezatan ruh bahkan ia adalah ruh kehidupan…Dengan cinta menjadi terang semua kegelapan…akan cerah kehidupan..akan menari hati…dan akan bersih qolbu….

Dengan cinta semua kesalahan akan dimaafkan…
dengan cinta semua kelalaian akan diampunkan…
dengan cinta akan dibesarkan makna kebaikan…

Kalaulah bukan dengan cinta, maka tidak akan saling meliuk satu dahan dengan dahan yang lainnya…

Kalaulah bukan karena cinta tidak akan merunduk rusa betina kepada pejantannya, tidak akan menangis tanah yang kering terhadap awan yang hitam, dan bumi tidak akan tertawa terhadap bunga pada musim semi….

Ketika cinta hampa dalam kehidupan maka jiwa akan sempit dan terjadilah pertikaian dan perselisihan.

Ketika cinta telah hilang, maka akan layulah bunga, akan padamlah cahaya, akan pendeklah usia, akan kering danau di hutan belantara dan akan silih berganti datang penyakit dan sengsara.

Ketika cinta telah sirna…tatkala itulah lebah meninggalkan bunga, tatkala itu burung pipit meninggalkan sangkarnya, tatkala itu pula kutilang tidak hinggap lagi pada pucuk cemara.

Sekiranya lautan mempunyai pantai dan sekiranya sungai mempunyai muara, maka lautan cinta tidak berpantai dan sungai cinta tidak bermuara.

Sumber: Dikutip dari buku “Buhul cinta” karya ustadz Armen Halim Naro Rahimahulloh.