Page

Jumat, 10 Februari 2012

kubaca firman persaudaraan

oleh Ust.Salim A.Fillah
dalam bukunya, Dalam Dekapan Ukhuwah



ketika kubaca firman firman-Nya, “Sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku merasa, kadang ukhuwah tak perlu dirisaukan
tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman

aku ingat pertemuan pertama kita, akhi sayang
dalam dua detik, dua detik saja
aku telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan
itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra
dengan iman yang menyala, mereka telah mufakat
meski lisan belum sebut nama, dan tangan belum berjabat

ya, kubaca lagi firman-Nya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku makin tahu, persaudaraan tak perlu dirisaukan

karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh
saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan
saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai
aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita
hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau mengerdil
mungkin dua-duanya, mungkin kau saja
tentu lebih sering, imankulah yang compang-camping

kubaca firman persaudaraan Akhi sayang
dan aku makin tahu, mengapa di kala diancamkan;
”para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain…
kecuali orang-orang yang bertaqwa”

1 komentar:

  1. entah mengapa entri ini yg paling kusuka, mungkin yg membuat aku sangat menyukai entri ini adalah, gambar 2 adek kecil yang saling merangkul bersahabat, melihat mereka tetram dan sejuk rasany hati ini... ^_^

    BalasHapus